Translate

Jumat, 12 Oktober 2012

Berbagi Link

Mungkin artikel yang anda cari tidak ada disini, coba cari di Link berikut ini: http://lilikmaryanto.wordpress.com/

15 Alasan Anda Mudah Diduakan

Selama ini mungkin Anda merasa sebagai pacar yang normal, perhatian sudah Anda curahkan, kasih sayang tak pernah sedikitpun terlewatkan. Tetapi mengapa Anda masih diduakan ya? Well, mungkin Anda punya ciri-ciri berikut ini:
1. Anda terlalu mudah membiarkan orang baru masuk pada kehidupan pribadi Anda.
2. Anda merasa tidak percaya diri, minder, dan merasa tak bisa hidup sendiri.
3. Anda tahu bahwa hubungan Anda tak sehat, tetapi Anda membiarkannya saja.
4. Hampir semua hubungan masa lalu Anda bermasalah.
5. Anda terlalu mudah jatuh cinta dan terbuai oleh rayuan pria.
6. Anda senang mendengarkan pujian, dan lebih senang mendengarkan kata-kata ketimbang memperhatikan s ikap seseorang.

15 Tips dan Trik Blackberry

Saat ini demam BlackBerry melanda, smuanya pada ngebahas Blackberry. So..mungkin tips, trik dibawah ini berguna untuk anda yang punya BlackBerry, kalo yang belum punya..beli dulu dong..
1. Cek BlackBerry Locked or Unlocked
- Buka Options – Advanced Options – Sim Card – ketik “MEPD”
- Nanti bakal muncul tuh baris2 baru ….
- Nah BlackBerry yang udah unlocked, bakal berstatus “Disabled” semua
2. Cek BlackBerry kena IT Policy ato gak … New or Second?
- Buka Options – Status – ketik “BUYR”
- Perhatikan baris “Data Usage” en “Voice Usage”
- Kl kena IT Policy, tulisannya bakal ada “IT Policy”
- Kl gak kena IT Policy, tulisannya bakal menunjukkan jumlah pemakaian si BlackBerry
- Kl New harusnya sih 0 semua, tp angka ini bisa direset koq ternyata

Rabu, 10 Oktober 2012

PROPOSAL PENELITIAN SURVEY

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PROPOSAL PENELITIAN
Nama            : Lilik Maryanto
NIM              : 1301408032
Jurusan        : Bimbingan dan Konseling

       A.      JUDUL
“Pelaksanaan Aplikasi Instrumentasi Bimbingan dan Konseling Di SMP Se-Kota Semarang Tahun Ajaran 2010/2011

       B.       LATAR BELAKANG
Bimbingan dan konseling adalah salah satu komponen yang penting dalam proses pendidikan sebagai suatu sistem. Layanan bimbingan merupakan bantuan kepada individu dalam menghadapi permasalahan – permasalahan yang dapat timbul dalam hidupnya. Bantuan semacam itu sangat tepat jika diberikan di sekolah, supaya setiap siswa lebih berkembang ke arah yang baik. Dengan demikian bimbingan dan konseling menjadi bidang layanan khusus dalam keseluruhan kegiatan pendidikan sekolah yang ditangani oleh tenaga tenaga ahli dalam bidang tersebut.
Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, seorang konselor sekolah membutuhkan kegiatan pendukung yang dapat mendukung kegiatan bimbingan konseling. Kegiatan pendukung bimbingan dan konseling dimaksudkan agar konselor lebih mudah memahami potensi dan kekuatan, serta masalah yang dihadapi siswa. Kegiatan pendukung tersebut meliputi aplikasi instrumentasi bimbingan konseling, penyelenggaran himpunan data, konferensi kasus, kunjungan rumah, dan alih tangan kasus. Dengan kegiatan pendukung ini diharapkan akan terkumpul data data yang akurat yang dihadapi oleh klien.
Dalam pelaksanaannya konselor memiliki Pola dasar bimbingan dan konseling yang pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dikenal dengan istilah Pola Pelayanan BK 17+. Pola Pelayanan ini meliputi pengetahuan wawasan bimbingan dan konseling, bidang bimbingan, jenis layanan dan kegiatan pendukung. Dalam kegiatan layanan bimbingan dan konseling terdapat suatu layanan pendukung yaitu aplikasi instrumentasi.
Aplikasi Instrumentasi adalah upaya pegungkapan melalui pengukuran dengan memakai alat ukur atau instrument tertentu. Aplikasi instrumentasi ini dilaksanakan untuk mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. Hasil aplikasi ditafsirkan, disikapi dan digunakan untuk memberikan perlakuan terhadap klien dalam bentuk layanan konseling.
Dalam melaksanakan layanan pendukung aplikasi instrumentasi bimbingan dan konseling, konselor dituntut untuk memiliki suatu rancangan yang matang mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pada tahapan evaluasi. Dengan adanya perencanaan yang baik, maka dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling kepada siswa juga akan berjalan dengan baik pula, kemudian melalui proses evaluasi juga akan dapat  diketahui bagaimana jalannya kegiatan layanan bimbingan dan konseling yang dibeikan kepada siswa apakah telah mencapai hasil yang efektif.
Realitas di lapangan, menunjukkan bahwa peran konselor disekolah dalam melaksanakan layanan pendukung berupa aplikasi instrumentasi sangatlah penting mengingat kebutuhan siswa akan bimbingan tidak hanya dalam kegiatan belajar akademik saja, namun juga dari segi psikis juga dibutuhkan siswa dalam mengentaskan masalah yang dihadapi. Masalah merupakan hal yang sangat kompleks, apabila suatu masalah yang dialami individu dibiarkan saja tanpa ada penanganan yang khusus, maka dapat berakibat jangka panjang bagi diri individu yang bermasalah. Oleh karena itu pelaksanaan aplikasi instrumentasi ini sangat penting, karena dapat mengetahui permasalahan apa saja yang dialami oleh siswa, dan dengan tindak lanjut tentunya dapat meringankan dan menyelesaikan masalah yang dialami siswa.
Berdasarkan deskripsi di atas, maka penulis ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan kegiatan aplikasi instrumentasi sebagai kegiatan pendukung bimbingan dan konseling di SMP se-Kota Semarang. Maka dari itu, perlu dilkakukan penelitian survey dengan judul “PELAKSANAAN APLIKASI INSTRUMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMP SE-KOTA SEMARANG TAHUN AJARAN 2010/2011.”

RESENSI BUKU DAN JURNAL MANAJEMEN SEKOLAH

A.     RESENSI BUKU MANAJEMEN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
Judul                : Manajemen Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah
Penulis              : Drs. Dewa Ketut Sukardi, MBA, MM, Ph.D
Penerbit            : Alvabeta Bandung
Cetakan           : Agustus 2003
Tebal                : 203 halaman
                                    BIMBINGAN DAN KONSELING
            Pengebangan pendidikan pada umumnya, bimbingan dan konseling pada khususnya memerlukan dukungan filsafat, kelimuan manajemen yang kuat dan relevan dengan visi dan misi. Filsafat dan landasan tentang bimbingan dan konseling tela banyak ditulis oleh para pakar bimbingan dan konseling. Namun sangat jarang sekali ditemukan buku mengenai manajemen bimbingan dan konseling. Hadirnya tuisan tentang manajemen bimbingan dan konseling di sekolah ini, yang diterapkan terutama pada SD, SMP, SMA dan Prodi Bimbingan dan Konseling dapat bermanfaat  dan bisa dijadikan bahan pemikiran dan tindakan para pengelola bimbingan dan k0nseling, baik itu dalam kelembagaan ataupun dalam lapangan. Buku ini sangat sederhana sehingga gampang dimengerti oleh semua kalangan, dan bisa menjadi sebuah acuan atau bahan  dalam mengelola Bimbingn dan Konseling di sekolah.

Selasa, 09 Oktober 2012

CYBER COUNSELING DAN RUANG KONSELING

A.    Pengertian Cyber Counseling
Cyber counseling yaitu sebagai sesuatu yang baru yang dapat mengikuti kecepatan dan keefektifan komunikasi lewat internet dan merupakan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan klien. Demikian pun klien, dapat memperoleh informasi dalam ruang lingkup yang luas.
Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pada saat ini telah menggeser definisi konseling yang telah ada. Konseling yang dahulu seringkali dinyatakan sebagai hubungan profesional antara konselor dan klien, kemungkinan akan berubah. Konseling saat ini telah dilakukan dengan mempergunakan piranti elektronik. Perkembangan global yang semakin cepat membuat individu semakin sulit untuk bisa mengadakan pertemuan dengan konselor. Waktu mereka seringkali dihabiskan hanya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan padanya. Kesulitan individu untuk meninggalkan pekerjaan, maka mengarahkan mereka untuk mempermudah menyelesaikan masalah mereka dengan mempergunakan piranti elektronik.
Kemajuan teknologi informasi pada akhirnya menjadi pilihan mereka. Dengan mempergunakan internet, mereka dapat melakukan chating atau melakukan konsultasi dengan orang-orang yang mereka anggap bisa membantu menyelesaikan masalah mereka. Terlebih, saat ini semakin banyak website yang membuka layanan konseling bagi semua pengguna internet. Demikian hal ini disebut dengan cyber counseling.

KONSEP ISLAM DALAM MEMERANGI NAZA

 A.     Perang Terhadap Penyalahgunaan NAZA
Penyalahgunaan narkotika, alcohol, dan zat adiktif lainnya (disingkat NAZA),  akhir-akhir ini kembali mencuat ke permukaan setelah peristiwa kematian seorang pengusaha muda di rumah seorang artis terkenal (1992). Penyalahgunaan NAZA tersebut tidak hanya di kalangan remaja, tetapi juga pada seorang dewasa muda.

1.        Kilas Balik
Penyalahgunaan NAZA di Indonesia mulai muncul pada tahun 1969 dan NAZA yang disalahgunakan tidak terbatas pada jenis opiodia dan ganja saja, melainkan juga jenis sedativa\hipnotika (psikotropika) dan alcohol (minuman keras). Tidak jarang penyalahguna memakai NAZA berganti-ganti dan mencampur satu jenis zat dengan zat lainnya (polydrugs abuser).

2.        Antisipasi
Sehubungan dengan hal di  atas, dari sekarang sudah dapat diantisipasi bahwa penyalahgunaan NAZA di Indonesia akan semakin marak, bila upaya-upaya penanggulangannya tidak ditingkatkantermasuk perangkat hokum yang memadai. Untuk maksud tersebut perlu ditetapkan kebijaksanaan yang berimbang antara security approach dan welfare approach, atau dangan kata lain upaya demand reduction dan supply reduction dijalankan secara simultan, sinkron, koordinatif, konsisten, dan kontinu oleh semua pihak yang terkait, baik oleh pemerintah maupun non pemerintah.