Translate

Selasa, 09 Oktober 2012

CYBER COUNSELING DAN RUANG KONSELING

A.    Pengertian Cyber Counseling
Cyber counseling yaitu sebagai sesuatu yang baru yang dapat mengikuti kecepatan dan keefektifan komunikasi lewat internet dan merupakan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan klien. Demikian pun klien, dapat memperoleh informasi dalam ruang lingkup yang luas.
Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pada saat ini telah menggeser definisi konseling yang telah ada. Konseling yang dahulu seringkali dinyatakan sebagai hubungan profesional antara konselor dan klien, kemungkinan akan berubah. Konseling saat ini telah dilakukan dengan mempergunakan piranti elektronik. Perkembangan global yang semakin cepat membuat individu semakin sulit untuk bisa mengadakan pertemuan dengan konselor. Waktu mereka seringkali dihabiskan hanya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan padanya. Kesulitan individu untuk meninggalkan pekerjaan, maka mengarahkan mereka untuk mempermudah menyelesaikan masalah mereka dengan mempergunakan piranti elektronik.
Kemajuan teknologi informasi pada akhirnya menjadi pilihan mereka. Dengan mempergunakan internet, mereka dapat melakukan chating atau melakukan konsultasi dengan orang-orang yang mereka anggap bisa membantu menyelesaikan masalah mereka. Terlebih, saat ini semakin banyak website yang membuka layanan konseling bagi semua pengguna internet. Demikian hal ini disebut dengan cyber counseling.

KONSEP ISLAM DALAM MEMERANGI NAZA

 A.     Perang Terhadap Penyalahgunaan NAZA
Penyalahgunaan narkotika, alcohol, dan zat adiktif lainnya (disingkat NAZA),  akhir-akhir ini kembali mencuat ke permukaan setelah peristiwa kematian seorang pengusaha muda di rumah seorang artis terkenal (1992). Penyalahgunaan NAZA tersebut tidak hanya di kalangan remaja, tetapi juga pada seorang dewasa muda.

1.        Kilas Balik
Penyalahgunaan NAZA di Indonesia mulai muncul pada tahun 1969 dan NAZA yang disalahgunakan tidak terbatas pada jenis opiodia dan ganja saja, melainkan juga jenis sedativa\hipnotika (psikotropika) dan alcohol (minuman keras). Tidak jarang penyalahguna memakai NAZA berganti-ganti dan mencampur satu jenis zat dengan zat lainnya (polydrugs abuser).

2.        Antisipasi
Sehubungan dengan hal di  atas, dari sekarang sudah dapat diantisipasi bahwa penyalahgunaan NAZA di Indonesia akan semakin marak, bila upaya-upaya penanggulangannya tidak ditingkatkantermasuk perangkat hokum yang memadai. Untuk maksud tersebut perlu ditetapkan kebijaksanaan yang berimbang antara security approach dan welfare approach, atau dangan kata lain upaya demand reduction dan supply reduction dijalankan secara simultan, sinkron, koordinatif, konsisten, dan kontinu oleh semua pihak yang terkait, baik oleh pemerintah maupun non pemerintah.

Teori - teori Motivasi

Motivasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang memberikan energi bagi seseorang dan apa yang memberikan arah bagi aktivitasnya. Motivasi kadang-kadang dibandingkan dengan mesin dan kemudi pada mobil. Energi dan arah inilah yang menjadi inti dari konsep tentang motivasi. Motivasi merupakan sebuah konsep yang luas (diffuse), dan seringkali dikaitkan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi energi dan arah aktivitas manusia, misalnya minat (interest), kebutuhan (need), nilai (value), sikap (attitude), aspirasi, dan insentif (Gage & Berliner, 1984).

Dengan pengertian istilah motivasi seperti tersebut di atas, kita dapat mendefinisikan motivasi belajar siswa, yaitu apa yang memberikan energi untuk belajar bagi siswa dan apa yang memberikan arah bagi aktivitas belajar siswa.

Secara umum, teori-teori tentang motivasi dapat dikelompokkan berdasarkan sudut pandangnya, yaitu behavioral, cognitive, psychoanalytic, humanistic, social learning, dan social cognition.

1. Teori-teori Behavioral

Robert M. Yerkes dan J.D. Dodson, pada tahun 1908 menyampaikan Optimal Arousal Theory atau teori tentang tingkat motivasi optimal, yang menggambarkan hubungan empiris antara rangsangan (arousal) dan kinerja (performance). Teori ini menyatakan bahwa kinerja meningkat sesuai dengan rangsangan tetapi hanya sampai pada titik tertentu; ketika tingkat rangsangan menjadi terlalu tinggi, kinerja justru menurun, sehingga disimpulkan terdapat rangsangan optimal untuk suatu aktivitas tertentu (Yerkes & Dodson, 1908).

Pada tahun 1943, Clark Hull mengemukakan Drive Reduction Theory yang menyatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis adalah penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajar pun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang muncul mungkin bermacam-macam bentuknya (Budiningsih, 2005). Masih menurut Hull, suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa makhluk hidup ini akan melakukan respon berupa reduksi kebutuhan (need reduction response). Menurut teori Hull, dorongan (motivators of performance) dan reinforcement bekerja bersama-sama untuk membantu makhluk hidup mendapatkan respon yang sesuai (Wortman, 2004). Lebih jauh Hull merumuskan teorinya dalam bentuk persamaan matematis antara drive (energi) dan habit (arah) sebagai penentu dari behaviour (perilaku) dalam bentuk:
Behaviour = Drive × Habit
Karena hubungan dalam persamaan tersebut berbentuk perkalian, maka ketika drive = 0, makhluk hidup tidak akan bereaksi sama sekali, walaupun habit yang diberikan sangat kuat dan jelas (Berliner & Calfee, 1996).
Pada periode 1935 - 1960, Kurt Lewin mengajukan Field Theory yang dipengaruhi oleh prinsip dasar psikologi Gestalt. Lewin menyatakan bahwa perilaku ditentukan baik oleh person (P) maupun oleh environment (E):
Behaviour = f(P, E)
Menurut Lewin, besar gaya motivasional pada seseorang untuk mencapai suatu tujuan yang sesuai dengan lingkungannya ditentukan oleh tiga faktor: tension (t) atau besar kecilnya kebutuhan, valensi (G ) atau sifat objek tujuan, dan jarak psikologis orang tersebut dari tujuan (e).
Force = f(t, G)/e
Dalam persamaan Lewin di atas, jarak psikologis berbanding terbalik dengan besar gaya (motivasi), sehingga semakin dekat seseorang dengan tujuannya, semakin besar gaya motivasinya. Sebagai contoh, seorang pelari yang sudah kelelahan melakukan sprint ketika ia melihat atau mendekati garis finish. Teori Lewin memandang motivasi sebagai tension yang menggerakkan seseorang untuk mencapai tujuannya dari jarak psikologis yang bervariasi (Berliner & Calfee, 1996).

MARS ABKIN

Cipt. Yun Else Saino

Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia
Organisasi profesional bimbingan dan konseling
Ikut berperan di dalam pembangunan nasional
Berasaskan pancasila untuk mencapai cita-cita bangsa

Bangun pribadi mandiri arah tugas mulia
Pelayanan unggul menjadi andalan di dalam mengabdi dan berkarya
Untuk mandiri dan bahagia

Kasih Sayang Ibu Pada Kita

Waktu kamu berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu ... sebagai balasannya ... kau menangis sepanjang malam.

Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan ..sebagai balasannya ... kamu kabur waktu dia memanggilmu

Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang ... sebagai balasannya ... kamu buang piring berisi makananmu ke lantai

Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna ... sebagai balasannya ... kamu corat coret tembokrumah dan meja makan

Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah..sebagai balasannya ... kamu memakainya bermain di kubangan lumpur

Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah ... sebagai balasannya ... kamu berteriak "NGGAK MAU ...!"

Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola ... sebagai balasannya ..kamu melemparkan bola ke jendela tetangga

Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim ... sebagai dalasannya ..kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu

Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu ..sebagai balasannya ... kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar

Manfaat Kunyit Sebagai Obat Jerawat


Manfaat Kunyit Sebagai Obat Jerawat Kunyit dikenal dengan nama latin Curcuma Domestica, yang merupakan tanaman obat asli dari Asia Tenggara yang tumbuh baik di Indonesia.

Kandungan zat pewarna kuning (curcumin) pada kunyit diyakini memiliki sifat anti-inflamasi (anti-peradangan), antiseptik, dan pengeringan, yang semuanya dapat membantu mengobati jerawat, seperti dilansir Livestrong, dan dirangkum oleh DetikHealth..


Anti-inflamasi bila diterapkan secara topikal, dapat membantu mengurangi kemerahan dan iritasi yang terkait dengan jerawat. Sementara antiseptik membantu membersihkan kulit dari kotoran yang menyebabkan jerawat.


FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING

Fungsi bimbingan dan konseling ditinjau dari kegunaan atau manfaat, ataupun keuntungan-keuntungan apa yang diperoleh melalui pelayanan tersebut. Fungsi-fungsi itu banyak dan dapat dikelompokkan menjadi empat fungsi pokok, yaitu: (a) fungsi pemahaman, (b) fungsi pencegahan, (c) fungsi pengentasan, (d) fungsi pemeliharaan dan (e) fungsi pengembangan.

A.    Fungsi Pemahaman
Fungsi ini memungkinkan pihak – pihak yang berkepentingan dengan peningkatan perkembangan dan kehidupan klien (klien, konselor dan orang ketiga) memahami berbagai hal yang essensial berkenaan dengan perkembangan dan kehidupan klien. Fokus utama pelayanan bimbingan dan konseling yaitu klien dengan berbagai permasalahannya dan dengan tujuan konseling. Pemahaman yang sangat perlu dihasilkan oleh pelayanan bimbingan dan konseling adalah pemahaman tentang diri klien beserta permasalahannya oleh klien sendiri dan oleh pihak – pihak lain yang membantu klien, termasuk juga pemahaman tentang lingkungan diri klien.
1.      Pemahaman tentang Klien
Pemahaman tentang klien merupakan titik tolak upaya pemberian bantuan terhadap klien. Sebelum seorang konselor atau pihak – pihak lain dapat memberikan layanan tertentu kepada klien, maka mereka perlu terlebih dahulu memahami klien yang akan dibantu itu. Pemahaman tersebut tidak hanya sekedar mengenal diri klien, melainkan lebih jauh lagi, yaitu pemahaman yang menyangkutlatar belakang pribadi klien, kekuatan dan kelemahannya, serta kondisi lingkungannya. Materi dalam pemahaman ini dapat dikelompokkan menjadi berbagai data tentang: