Translate

Jumat, 12 Oktober 2012

LAPORAN HASIL PRAKTIK BIMBINGAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR (Siswa Kelas IV MI Al Islam Mangunsari 02 – Semarang)

BAB I
PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang ada di sekolah. Kehadiranya sangat membantu dalam kehidupan siswa karena tujuan utama bimbingan dan konseling adalah membantu individu untuk mencapai perkembangannya secara optimal (Prayitno, 2004:16).
Dalam perkembangannya, bimbingan dan konseling tidak hanya dalam lingkup Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) namun pada dewasa ini bimbingan dan konseling sudah masuk dalam kurikulum sekolah dasar (SD), sehingga ruang lingkup bimbingan dan konseling semakin luas.
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling terdapat beberapa bidang bimbingan, salah satunya yaitu bimbingan bidang belajar. Bimbingan belajar merupakan upaya guru/konselor sekolah untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Dalam pelaksanaannya bimbingan belajar biasanya terdapat beberapa prosedur atau langkah – langkah yang harus ditempuh, yaitu:
1.        Identifikasi kasus
Identifikasi kasus merupakan upaya untuk menemukan siswa yang diduga memerlukan layanan bimbingan belajar. Robinson dalam Abin Syamsuddin Makmun (2003) memberikan beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi siswa yang diduga mebutuhkan layanan bimbingan belajar, yakni :
a)      Call them approach; melakukan wawancara dengan memanggil semua siswa secara bergiliran sehingga dengan cara ini akan dapat ditemukan siswa yang benar-benar membutuhkan layanan bimbingan.
b)      Maintain good relationship; menciptakan hubungan yang baik, penuh keakraban sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara guru dengan siswa. Hal ini dapat dilaksanakan melalui berbagai cara yang tidak hanya terbatas pada hubungan kegiatan belajar mengajar saja, misalnya melalui kegiatan ekstra kurikuler, rekreasi dan situasi-situasi informal lainnya.
c)      Developing a desire for counseling; menciptakan suasana yang menimbulkan ke arah penyadaran siswa akan masalah yang dihadapinya. Misalnya dengan cara mendiskusikan dengan siswa yang bersangkutan tentang hasil dari suatu tes, seperti tes inteligensi, tes bakat, dan hasil pengukuran lainnya untuk dianalisis bersama serta diupayakan berbagai tindak lanjutnya.
d)     Melakukan analisis terhadap hasil belajar siswa, dengan cara ini bisa diketahui tingkat dan jenis kesulitan atau kegagalan belajar yang dihadapi siswa.
e)      Melakukan analisis sosiometris, dengan cara ini dapat ditemukan siswa yang diduga mengalami kesulitan penyesuaian sosial
2.        Identifikasi Masalah
Langkah ini merupakan upaya untuk memahami jenis, karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi siswa. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar, permasalahan siswa dapat berkenaan dengan aspek : (a) substansial – material; (b) struktural – fungsional; (c) behavioral; dan atau (d) personality. Untuk mengidentifikasi masalah siswa, Prayitno dkk. telah mengembangkan suatu instrumen untuk melacak masalah siswa, dengan apa yang disebut Alat Ungkap Masalah (AUM). Instrumen ini sangat membantu untuk mendeteksi lokasi kesulitan yang dihadapi siswa, seputar aspek : (a) jasmani dan kesehatan; (b) diri pribadi; (c) hubungan sosial; (d) ekonomi dan keuangan; (e) karier dan pekerjaan; (f) pendidikan dan pelajaran; (g) agama, nilai dan moral; (h) hubungan muda-mudi; (i) keadaan dan hubungan keluarga; dan (j) waktu senggang.
3.        Diagnosis
Diagnosis merupakan upaya untuk menemukan faktor-faktor penyebab atau yang melatarbelakangi timbulnya masalah siswa. Dalam konteks Proses Belajar Mengajar faktor-faktor yang penyebab kegagalan belajar siswa, bisa dilihat dari segi input, proses, ataupun out put belajarnya. W.H. Burton membagi ke dalam dua bagian faktor – faktor yang mungkin dapat menimbulkan kesulitan atau kegagalan belajar siswa, yaitu : (a) faktor internal; faktor yang besumber dari dalam diri siswa itu sendiri, seperti : kondisi jasmani dan kesehatan, kecerdasan, bakat, kepribadian, emosi, sikap serta kondisi-kondisi psikis lainnya; dan (b) faktor eksternal, seperti : lingkungan rumah, lingkungan sekolah termasuk didalamnya faktor guru dan lingkungan sosial dan sejenisnya.
4.        Prognosis
Langkah ini untuk memperkirakan apakah masalah yang dialami siswa masih mungkin untuk diatasi serta menentukan berbagai alternatif pemecahannya, Hal ini dilakukan dengan cara mengintegrasikan dan menginterpretasikan hasil-hasil langkah kedua dan ketiga. Proses mengambil keputusan pada tahap ini seyogyanya terlebih dahulu dilaksanakan konferensi kasus, dengan melibatkan pihak-pihak yang kompeten untuk diminta bekerja sama menangani kasus – kasus yang dihadapi.
5.        Remedial atau referal (Alih Tangan Kasus)
Jika jenis dan sifat serta sumber permasalahannya masih berkaitan dengan sistem pembelajaran dan masih masih berada dalam kesanggupan dan kemampuan guru atau guru pembimbing, pemberian bantuan bimbingan dapat dilakukan oleh guru atau guru pembimbing itu sendiri. Namun, jika permasalahannya menyangkut aspek-aspek kepribadian yang lebih mendalam dan lebih luas maka selayaknya tugas guru atau guru pembimbing sebatas hanya membuat rekomendasi kepada ahli yang lebih kompeten.
6.        Evaluasi dan Follow Up
Cara manapun yang ditempuh, evaluasi atas usaha pemecahan masalah seyogyanya dilakukan evaluasi dan tindak lanjut, untuk melihat seberapa pengaruh tindakan bantuan (treatment) yang telah diberikan terhadap pemecahan masalah yang dihadapi siswa.

      B.     Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah tersebut, maka permasalahan yang akan dibahas dalam laporan ini adalah “Pelaksanaan praktik pemberian layanan bimbingan belajar di Sekolah Dasar”
      C.    Tujuan
Tujuan yang hendak di capai dengan melakukan kegiatan praktik bimbingan belajar SD ini yaitu
1.    Untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan praktek pemberian layanan bimbingan belajar disekolah dasar.
2.    Untuk melengkapi tugas dari mata kuliah Bimbingan Belajar di SD.
3.    Untuk mengetahui apa saja kebutuhan bidang belajar anak SD.

      D.    Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dari praktik Bimbingan belajar di SD ini adalah:
1.        Mahasiswa dapat menerapkan ilmu dan pengetahuan bimbingan di SD yang telah diperoleh dalam perkuliahan.
2.        Menambah pengalaman mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan layanan bidang belajar SD dilapangan.
3.        Mahasiswa dapat memberi informasi kepada siswa terutama dalam bidang belajar.
4.        Sebagai bekal mahasiswa guna kelak saat praktik maupun kerja dilapangan nantinya.

      E.     Waktu dan tempat
Kegiatan pelaksanaan Praktik bimbingan belajar ini dilaksanakan dalam tiga kali layanan yakni layanan pertama pada tanggal 22 November 2010, layanan kedua pada tanggal 24 Desember 2010, dan layanan ketiga pada tanggal 25 Desember 2010. Tempat pelaksanaan praktik pemberian layanan bimbingan belajar di kelas IV MI Al Islam Mangunsari 02.

      F.     Sasaran
Sasaran dari praktik pemberian layanan bimbingan belajar ini adalah siswa/siswi kelas IV MI Al Islam Mangunsari 02 tahun ajaran 2010/2011..


BAB II
NEED ASSESMENT
      A.    Pengumpulan Data
Menurut Suharsimi Arikunto (2002: 151) dijelaskan bahwa metode pengumpulan data merupakan cara yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Lebih lanjut dikatakan bahwa untuk memperoleh data – data yang diinginkan sesuai dengan tujuan peneliti sebagai bagian dari langkah pengumpulan data merupakan langkah yang sukar karena data yang salah akan menyebabkan kesimpulan - kesimpulan yang ditarik akan salah pula Suharsimi Arikunto (2002: 152).
1.    ITP & ATP
a)      ITP
ITP (Inventori Tugas Perkembangan) adalah salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat perkembangan peserta didik. Dengan alat ITP, pembimbing dapat memahami tingkat perkembangan individu maupun kelompok, mengidentifikasi masalah yang menghambat perkembangan dan membantu peserta didik yang bermasalah dalam menyelesaikan tugas perkembangannya.
Berdasarkan hasil pengukuran ini, dapat disusun program bimbingan yang memungkinkan peserta didik berkembang secara wajar, utuh dan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
ITP mengukur tingkat perkembangan sebelas aspek, yaitu: (1) landasan hidup religius, (2) landasaan perilaku etis, (3) kematangan emosional, (4) kematangan intelektual, (5) kesadaran tanggung jawab, (6) peran sosial sebagai pria atau wanita,  (7) penerimaan diri dan pengembangannya, (8) kemandirian perilaku ekonomi, (9) wawasan dan persiapan karir, (10) kematangan hubungan dengan teman sebaya, dan  (11) persiapan diri untuk pernikahan dan hidup berkeluarga. Sedangkan  ITP untuk SD dan SLTP hanya mengukur 10 aspek, sebab aspek yang ke-11 belum sesuai.
ITP berbentuk angket yang terdiri atas kumpulan pernyataan yang harus dipilih oleh  siswa. Setiap soal (kumpulan butir pernyataan) terdiri atas empat butir pernyataan yang mengukur satu sub aspek.
b)      ATP
ATP (Analisis Tugas Perkembangan) merupakan program khusus yaitu perangkat  lunak yang khusus dibuat untuk membantu mengolah ITP.  Dengan ATP, identifikasi perkembangan siswa dapat dilakukan dengan mudah, cepat dan menyenangkan.

      B.    Hasil
1.        Hasil Pengolahan Data
-Terlampir
2.        Diskripsi Hasil
Dari hasil pengelolan data mentah yang diambil dari tahap pengumpulan data dapat di diskripsikan sebagaimana berikut :
a.         ATP
Dari data hasil ATP diketahui bahwa dilihat dari Analisis kelompok, permasalahan yang memiliki derajat terendah atau 8 butir terendah yaitu
No
Aspek
Butir
TP
1
Wawasan dan persiapan karir
9-2
2.21
2
Peran sosial sebagai pria dan wanita
6-3
2.33
3
Landasan hidup religious
1-3
2.33
4
Kematangan emosional
3-4
2.33
5
Kematangan emosional
3-2
2.33
6
Wawasan dan persiapan karir
9-4
2.36
7
Peran sosial sebagai pria dan wanita
6-4
2.36
8
Kematangan hubungan dengan teman sebaya
10-4
2.42
Dari ke 8 butir terendah tersebut diambil 3 aspek yang menjadi aspek berpotensi masalah yaitu yang pertama aspek wawasan dan persiapan pada butir 9-2 dan tingkat perkembangan 2.21. yang kedua aspek peran sosial sebagai pria dan wanita pada butir 6-3 dan tingkat perkembangan 2.33. yang ketiga kematangan emosional pada butir 3-4 dan tingkat perkembangan 2.33.
Alasan tidak memilih landasan hidup religious namun memilih aspek dibawahnya yaitu kematangan emosional karena berdasarkan diskusi dengan guru kelas 4 didapat informasi bahwa anak sebenarnya mengerti tentang hidup religious namun karena dalam masa pertumbuhan maka guru mengajarkan tentang hidup religious dengan perlahan tapi pasti sehingga anak benar – benar memaknai arti hidup religious, dan yang menjadi pertimbangan lebih untuk memilih kematangan emosional yaitu guru lebih menganggap bahwa praktikan lebih baik memberikan informasi mengenai kematangan emosional karena anak membutuhkan informasi yang membangun tentang kematangan emosional. Maka dari itu dipilihlah aspek kematangan emosional yang diberikan layanan.

      C.     Rekomendasi Layanan
Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan melalui ITP beberapa program yang dapat diberikan kepada siswa yaitu sebagai berikut:
No
Materi
Aspek ITP yang mendasari
Layanan dan alasan pengunaan
1.     
Kiat – kiat belajar mengenali cita- cita
Wawasan dan persiapan karir butir 9 - 2 dan tingkat perkembangan 2.21
Layanan Informasi: karena siswa diharapkan mampu mengenali cita – cita yang dimiliki, karena dengan anak memiliki cita – cita maka anak akan termotivasi dalam belajarnya.
2
Peran dan tugas anak laki – laki dan perempuan dalam kehidupan sehari – hari
Peran sosial sebagai pria dan wanita butir 6 - 3 dan tingkat perkembangan 2.33.
Layanan Informasi : karena siswa diharapkan mengetahui seperti apa peran laki – laki dan wanita dalam kehidupan bermasyarakat.
3
Kiat – kiat pantang menyerah dalam mengahadapi tantangan
Kematangan emosional butir 3 - 4 dan tingkat perkembangan 2.33.

Layanan Infornasi : karena anak diharapkan mampu menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah



BAB III
ISI
      A.    Program Bimbingan Konseling
Berdasarkan hasil analisis ITP yang telah praktikan lakukan dengan menggunakan ATP dan dijabarkan kedalam bentuk Rekomendasi Program, praktikan mencoba mengaplikasikan beberapa jenis layanan yang memungkinkan untuk dilakukan dan diberikan kepada peserta didik dengan beberapa pertimbangan: (1) Waktu dan Tempat (2) Peserta didik (3) Situasi dan Kondisi pemberian layanan.
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Tugas Perkembangan 1

Mencapai pemahaman dalam belajar mengenali cita – cita yang akan dicapai

Sekolah                       : MI Al Islam Mangunsari 02
Kelas/Semester          : 4/ganjil
Tahun                         : 2010/2011
  A.   Bahasan/
          Topik/Permasalahan                      :     Aspek - aspek belajar dalam mengenali cita - cita
  B.    Bidang Bimbingan                       :     Belajar
  C.    Jenis Layanan                               :     Informasi
  D.   Fungsi Layanan                            :     Pemahaman
  E.    Kompetensi yang ingin
          Dicapai                                         :     Siswa mampu belajar mengenali cita – cita yang akan dicapai
  F.    Uraian Kegiatan                           :    
          1.      Strategi Penyajian                :     Ceramah, tanya jawab dan diskusi
          2.      Materi                                   :     Kiat – kiat belajar mengenali cita- cita
  G.   Tempat Penyelenggaraan              :     Ruang Kelas
  H    Alokasi Waktu                              :     1 X 35 menit
  I.     Pihak yang Disertakan/
          Peran                                             :     -
  J.     Alat dan Perlengkapan                 :     Papan tulis, spidol
  K.   Rencana Penilaian                        :     Laiseg
          Rencana Tindak Lanjut                :     Diberi Bimbingan Kelompok bagi yang kesulitan
  L.    Catatan Khusus                            :    


                                                                                 Semarang,      November 2010
    Guru Kelas                                                                         Kepala Madrasah
                                                                                                                                                                                            

                                                                                                                       
                                                                                                                                   
NIP.                                                                                   NIP.



SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Tugas Perkembangan 2

Mencapai pemahaman belajar mengenai peran dan tugas perkembangan laki – laki & perempuan

Sekolah                       : MI Al Islam Mangunsari 02
Kelas/Semester          : 4/ganjil
Tahun                         : 2010/2011

 A.  Bahasan/
     Topik/Permasalahan               :     Peran dan tugas anak laki – laki dan perempuan dalam kehidupan sehari – hari
 B.  Bidang Bimbingan                     :     Belajar
 C.  Jenis Layanan                           :     Informasi
 D.  Fungsi Layanan                         :     Pemahaman
 E.   Kompetensi yang ingin
      Dicapai                                 :     Siswa mampu memahami peran dan tugas anak laki – laki dan perempuan dalam kehidupan sehari – hari
 F.   Uraian Kegiatan                              
       1.   Strategi Penyajian             :     Ceramah, tanya jawab dan diskusi
       2.   Materi                              :     Tugas perkembangan akhir masa kanak – kanak dan peranannya.
 G.  Tempat Penyelenggaraan           :     Ruang Kelas
 H   Alokasi Waktu                           :     1 X 35 menit
 I.    Pihak yang Disertakan/
       Peran                                          :     -
 J.    Alat dan Perlengkapan               :     Papan tulis, spidol
 K.  Rencana Penilaian                      :     Laiseg
       Rencana Tindak Lanjut              :     Diberi Bimbingan Kelompok bagi yang kesulitan
 L.   Catatan Khusus                          :    -


                                                                                 Semarang,      November 2010
      Guru Kelas                                                                       Kepala Madrasah
                                                                                                                                                                                            

                                                                                                                       
                                                                                                                                   
NIP.                                                                                  NIP.



SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

Tugas Perkembangan 3

Mencapai pemahaman mengenai pantang menyerah dalam menghadapi tantangan

Sekolah                       : MI Al Islam Mangunsari 02
Kelas/Semester          : 4/ganjil
Tahun                         : 2010/2011

A.  Bahasan/
      Topik/Permasalahan                   :     Pantang menyerah dalam mengahadapi tantangan
B.  Bidang Bimbingan                     :     Belajar
C.  Jenis Layanan                             :     Informasi
D.  Fungsi Layanan                          :     Pemahaman
E.   Kompetensi yang ingin
      Dicapai                                       :     Siswa mampu memahami sikap pantang menyerah dalam mengahadapi tantangan
F.   Uraian Kegiatan                        
       1.   Strategi Penyajian                :     Ceramah, tanya jawab dan diskusi
       2.   Materi                                   :     Kiat – kiat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan   
 G.  Tempat Penyelenggaraan           :     Ruang Kelas
 H   Alokasi Waktu                          :     1 X 35 menit
 I.    Pihak yang Disertakan/
        Peran                                       :     -
 J.    Alat dan Perlengkapan               :     Papan tulis, spidol
 K.  Rencana Penilaian                      :     Laiseg
       Rencana Tindak Lanjut              :     Diberi Bimbingan Kelompok bagi yang kesulitan
 L.   Catatan Khusus                          :    

                                                                                 Semarang,      November 2010
    Guru Kelas                                                                         Kepala Madrasah
                                                                                                                                                                                            
                                                                          

                                                                                                                                   
NIP.                                                                               NIP.




BAB IV
IMPLEMENTASI PROGRAM

      A.    Evaluasi Proses
Evaluasi proses praktik secara keseluruhan dapat dibagi dalam tahap yaitu pengumpulan data, pengolahan data dan indentifikasi kebutuhan, pemberian layanan, dan pelaporan.
1.        Pengumpulan data
Pada pengumpulan data seperti yang telah dijabarkan dalam bab II dilakukan dengan menggunakan intrumen yaitu ITP (Inventori Tugas Perkembangan).
Pada pengumpulan data yang dilakukan dengan instrumen ITP tidak mengalami kendala yang berarti. Mulai dari perijinan sangat hangat dalam penerimaannya, kemudian dalam masuk kelas dalam menyebarkan ITP-nya cukup dapat dikondisikan, namun mengalami sedikit kendala yaitu karena siswa/siswi kelas 4 belum terlalu lancar dalam menulis sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lama, sehingga menyita waktu dari guru kelas guna mengajar pelajaran selanjutnya.
Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 11 November 2010 dalam 1 kali pertemuan dengan durasi 1 kali 35 menit, namun seperti yang telah dijelaskan diatas waktu mengalami kelebihan waktu sehingga menyita waktu dari guru kelas. Pada penyebaran instrument ITP semua siswa mengisi instrument dengan jumlah 33siswa.

2.        Pengolahan dan identifikasi
Pada tahap pengolahan tidak terdapat banyak kendala, namun karena praktikan yang baru belajar menggunakan alat/software ATP dan belum begitu bisa dalam menggunakannya sehingga dalam pengolahan datanya memerlukan waktu yang agak lama namun dapat penyusun selesaikan dengan baik.

3.        Pemberian layanan
Dalam praktek pemberian layanan, praktikan memberikan tiga layanan.
a.         Layanan pertama
Layanan yang diberikan adalah layanan informasi dengan topik Aspek - aspek belajar dalam mengenali cita – cita, materi yang diberikan yaitu Kiat – kiat mengenali cita – cita.
Pelaksanaan layanan yaitu pada tanggal 22 November 2010, dalam pemberian layanan ini, siswa kurang sedikit tenang dalam mengikuti pemberian layanan, namun praktikan mencoba mengkondisikan siswa supaya tenang dan memperhatikan apa yang praktikan sampaikan, untuk mengkondisikan tersebut praktikan juga memberikan tebak – tebakkan, dan anak menjadi tertarik, sehingga kondisi atau suasana yang diharapkan dapat tercipta walaupun dalam masih ada beberapa anak yang mondar mandir – namun tidak begitu mengganggu proses kegiatan pemberian layanan tersebut.

b.         Layanan Kedua
Layanan kedua yang diberikan adalah layanan informasi dengan topik Peran dan tugas anak laki – laki dan perempuan dalam kehidupan sehari – hari. materi yang diberikan yaitu peran dan tugas laki – laki dan perempuan.
Pelaksanaan layanan yaitu pada tanggal 24 November 2010, dalam pemberian layanan kedua ini, siswa masih sama seperti pada pemberian layanan ketiga, namun karena sudah pernah bertemu dalam pemberian layanan yang pertama, siswa sudah mulai akrab sehingga sudah tidak malu – malu dalam bertanya tentang hal yang tidak dipahami. Dan sebelumnya praktikan menegaskan kepada siswa supaya selama diberi layanan tidak mondar mandir dikelas dan siswa pun dapat menurut sehingga pemberian layanan dapat berjalan lancar.
  
c.         Layanan ketiga
Layanan ketiga yang diberikan adalah layanan informasi dengan topic pantang menyerah dalam mengahadapi tantangan, materi yang diberikan yaitu Kiat – kiat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan
Pelaksanaan layanan yaitu pada tanggal 25 November 2010, dalam pemberian layanan kedua ini, siswa tidak jauh berbeda dengan pemberian layanan sebelumnya, masih sedikit ramai, namun dapat dikondisikan seperti pada pemberian layanan pertama dan kedua.

Tiga layanan yang diberikan seluruhnya berupa layanan informasi. Dalam pemberian layanan ini, ketiga layanan tersebut berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Namun kurang begitu menarik, hal ini dikarenakan alat dan perlengkapan yang digunakan hanya menggunakan papan tulis, seharusnya lebih menarik lagi apabila dapat menggunakan media LCD karena dapat lebih menarik perhatian lagi bagi siswa/siswi yang ikut dalam pemberian layanan.
Keseluruhan dari ke tiga layanan yang diberikan, dari kondisi kelas sendiri, berhubung kelas yang diberikan layanan kelas 4, sering terjadi ramai sendiri namun demikian praktikan mampu mengarahkan kembali supaya fokus pada materi yang diberikan.

4.        Pelaporan
Pada tahap pelaporan tidak tedapat kendala yang terlalu besar hanya seputar waktu dan media akan tetapi hal tersebut dapat diselesaikan.

      B.     Evaluasi Hasil
Evalusi hasil layanan dilakukan melalui laiseg kepada siswa. Dalam laiseg praktikan dengan menanyakan langsung kepada siswa tentang perasaan mereka setelah mengikuti kegiatan. Beberapa point yang menjadi penilain antara lain tentang pemahaman, perasaan, hal yang akan dilakukan kedepan (action) tanggapan tentang pemberian layanan.
Berdasarkan laiseg yang dilakukan bisa diakatakan sebagian besar dari siswa dalam kelas memahami akan materi layanan yang diberikan. Siswa merasa senang saat diberi layanan karena anak merasa berbeda cara mengajarnya dan anak cenderung merasa asik karena dapat mengerti lebih jauh mengenai cita – cita (pemberian layanan pertama), peran laki – laki dan perempan (pemberian layanan kedua), dan tidak mudah putus asa ketika mengalami kegagalan (pemberian layanan ketiga).
Dalam pelaksanaannya dapat dikatakan kurang menarik karena beberapa fasilitas yang seharusnya diperlukan, dalam pelaksanaannya tidak dapat menggunakan fasilitas seperti LCD hal tersebut dikarenakan tidak adanya fasilitas dari sekolah untuk menggunakan LCD jadi dalam pemberian layanan hanya secara manual, namun cukup baik respon dari siswa kelas 4 tersebut sehingga ketiga proses pemberian layanan dapat berjalan dengan lancar.


BAB V
PENUTUP
    
       A.      Simpulan
Dari hasil praktik bimbingan belajar di SD yang dilakukan masalah belajar anak SD masih menjadi suatu masalah dalam kehidupan siswa sehingga perlu adanya penanganan dan pengembangan yang lebih baik dari guru mata pelajaran selaku guru yang dekat dengan siswa saat disekolah. Informasi tentang hal luar akademik maupun non akademik sangat dibutuhkan oleh anak SD hal ini dimaksudkan supaya berpengaruh positif dalam proses pembelajaran.
Dalam memberikan layanan, mahasiswa terjadi banyak kendala yang biasa muncul didalamnya baik itu dari pemberi layanan, strategi layanan, penenerima layanan (siswa), atau sarana dan media yang mendukung mulai dari tempat, parlengkapan dan sebagainya sehingga perlu diperlukan perencanaan yang baik. Sehingga apa yang diperoleh dalam masalah seperti ini hendak lebih diperhatikan sehingga siswa dapat memperoleh layanan yang memuaskan dan layanan pun dapat tersampaikan dengan optimal.

      B.     Saran
1.        Bagi wali kelas hendaknya lebih sering melakukan pendekatan secara pribadi kepada siswa agar dapat melakukan pencegahan timbulnya permasalahan dan mengatasinya dengan tindakan yang efektif.
2.        Bagi Praktikan dengan praktik Bimbingan belajar di SD ini menjadi pengetahuan tambahan dan sebagai penerapan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan di jurusan Bimbingan dan Konseling.




1 komentar:

Cahaya Sari mengatakan...

untuk konseling individunya diambil dari tes instrumen tersebut bagaimana?